Kreatifitasmu Mati Gaya di Masa Pandemi? Indosat Punya Solusinya.

Kreatifitasmu Mati Gaya di Masa Pandemi? Indosat Punya Solusinya. post thumbnail image

 


Photo courtesy @mirnarizka, tema : book of the day


Ritme rutinitas yang berubah drastis, anak-anak sekolah dengan sistem PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh), penurunan penghasilan akibat macetnya roda ekonomi, hilangnya lahan pekerjaan, malas bergerak karena kebanyakan di rumah, ketidakstabilan emosi, adalah sederet gerutuan yang muncul selama masa karantina. 

Ungkapan yang sebenarnya lumrah saja terlontar apalagi sudah hampir enam bulan kita berada dalam masa pembatasan sosial. Apalagi bagi orang yang agak sulit beradaptasi dengan hal baru, pasti lah perubahan ini akan terasa lebih berat

Tarik nafas, hembuskan perlahan. Tenang Kak, kamu nggak sendiri. Mayoritas penduduk dunia mengalami perubahan yang serupa. Itu hanya pola aktifitas, coba bayangkan bagaimana mereka yang kehilangan sanak saudara akibat pandemi ini? Tentu tidak mudah, perlu waktu untuk menyesuaikan diri, keikhlasan dan penerimaan yang utuh.

Ujian boleh saja sama beratnya, namun ada dua hal yang membedakan. Apakah kamu termasuk yang dikendalikan atau mengendalikan keadaan?

Mereka yang mengklaim dirinya kehilangan semangat, mager, jadi kaum rebahan, malas mengasah kemampuan diri bisa saja kita sebut yang dikendalikan keadaan. Perubahan di luar diri yang berhasil menyeret mereka jadi seseorang yang bukan dirinya. Sebaliknya kalau kita memilih memanfaatkan celah waktu luang, menelisik diri tentang apa yang perlu dikembangkan, peka melihat peluang, berarti kita termasuk mampu mengendalikan diri terhadap perubahan yang terjadi.

Aduh! Kok rumit amat sih, Kak…

Iya rumitlah kalau hanya diucapkan, tapi jauh lebih mudah bila dijalankan, hehehe…

Seperti yang dilakukan  Indosat Ooredoo dengan selalu mengusung nilai-nilai positif demi pergerakan ke arah yang lebih baik; 

-Nilai-nilai positif Indosat Ooredoo-


Tekad menjadi yang terbaik; Semangat mencapai keunggulan dengan melakukan perbaikan dan penyempurnaan berkesinambungan. 

Terpercaya; Berfikir positif, konsisten, dan dapat diandalkan. 

Cepat; Sigap dalam memecahkan masalah, mengambil keputusan, bertindak dan beradaptasi. 

Peduli; Perhatian, menghargai, melayani sepenuh hati. 

Berjiwa Muda yaitu menjadi enerjik, dinamis, berani menjadi penggerak perubahan.

***

Mereka yang bisa berubah hanya yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Saat tak ada lagi rasa ingin tahu, maka saat itulah kreatifitasmu enggan bertumbuh. Mereka yang punya rasa ingin tahu akan terus mencari jalan untuk memenuhinya, mencari jawaban atas apa yang dia pertanyakan.

Seperti saat Indosat mengadakan Webinar – Tetap Kreatif dan Produktif di Media Digital, yang langsung mematik rasa ingin tahu lebih banyak tentang media digital. Judulnya aja udah bikin kepo kan, iya apa iya.

Ternyata bener content webinarnya daging semua, Kak. Materinya adalah sesuatu yang dekat dengan keseharian kita tapi kadang luput mungkin karena kurang sabar, cuek atau selama ini pakai medsos hanya untuk liatin status orang. Nah lho! Semoga nggak ya, Kak 🙂

Pada Webinarnya 20 Agustus lalu, Indosat #indosatooredoo bekerjasama dengan FLP Sukabumi #flpkabsukabumi menjabarkan beberapa materi seputar Optimasi Media Sosial, antara lain;


Bagian slide presentasi @naqiyyahsyam dan @ilhamsadli

Tetap Berkarya dengan Banyak Cara

Selama ada kemauan di situ pasti ada jalan. Media sosial sudah menyediakan beragam pilihan. Mulai dari yang berbasis kata-kata seperti blog, twitter, wattpad, storial, yang menggunakan video seperti youtube, tik tok sampai yang menonjolkan ragam foto seperti Instagram.

Nah, sekarang tinggal disesuaikan antara karya yang mau kamu buat dengan media yang tersedia. Udah deh, bakal jadi tuh sebuah karya nyata. Intinya harus ada kemauan, ketekunan dan konsistensi! Ketiga hal itu akan melahirkan sebuah kreatifitas.

Andaikata kamu suka menulis seputar kegiatan sehar-hari, sharing tentang perkembangan si kecil, atau hobi meresensi buku, kamu bisa menggunakan media blog. Seperti yang saya lakukan saat ini. Sejak tahun 2017 saya rutin menulis cerita menjadi format buku yang bergenre nonfiksi, hingga masuk pertengahan 2020 tepatnya setelah beberapa bulan dari launching buku ke-8 saya mulai merasakan kejenuhan.

Jenuh…? Iya, jenuh menulis dengan format yang sama. Akhirnya saya tak mau berdiam dengan memacu kreatifitas diri, mencoba belajar blog dari Bunda @naqiiyahsyam. Alhamdulillah setelah beberapa bulan belajar akhirnya saat ini sudah memakai top level domain .com menjadi www.minamegawati.com.

Penulis tidakperlu takut dengan netizen yang mungkin merendahkan karyanya. Penulis boleh merasa takut saat dirinya stuck, mogok nulis dan malas berkreatifitas.     


Optimasi Media Sosial 

Media Sosial tak cukup hanya dibuat lalu didiamkan, dia pun perlu untuk dirawat agar terus bertumbuh secara optimal. Berikut beberapa cara mengoptimalkan media sosial:

Target Followers – Mengenali semua platform media sosial dan range usia followers.
Cara Menarik Perhatian Followers – Membuat caption yang bagus, menampilkan foto yang menarik, tepat memilih platform.
Target Pembaca – Menentukan target pembaca kita.


Yang Mempengaruhi Optimalnya Media Sosial 

Konten Pahami kalau setiap medsos punya kontennya masing-masing.
Konsisten Semakin konsisten membuat konten semakin bagus trafficnya.
Timing Waktu yang tepat ketika upload konten.
Audience yang tepat sasaranKetahui dulu siapa target media sosial kita.
Ikuti TrendPilih dan pilah trend ya, jangan sampai salah pilih. 


Best Time to Post

Kadang kala kita post sesuatu nggak melihat waktu atau best moment-nya, hanya berdasarkan waktu luang yang kita punya. Ternyata oh ternyata post di waktu yang tepat juga akan berpengaruh pada traffic ke medsos kita.

Misalnya untuk Instagram kamu lebih baik post di jam makan siang atara 11.00 – 13.00 atau setelah jam kerja antara 19.00 -21.00. Best day ada di hari Senin, Rabu (engagement tertinggi), Kamis, dan tipikal penggunanya mereka menghindari browsing di jam kerja karena pemilik akun Instagram lebih banyak membuka aplikasinya melalui gawai.

Youtube pun punya waktunya sendiri yaitu 12.00-16.00 (di hari kerja) atau 21.00-23.00 (di akhr pekan) dengan most viewers di hari Sabtu dan Minggu. Jadi, pinter-pinter kita aja ngatur waktu post supaya content jadi punya impact yang besar.

Mantap kan isi Webinar dari Indosat. Memacu kreatifitas diri, seperti kata Najwa Shihab, “Saatnya yang muda berperan dengan kreatifitas yang tak gampang padam.”

Gimana jadi dapat clueuntuk lebih kreatif bersosmed versimu?

 

                                Tema ilustrasi; Kreatifitas dari rumah

         

    #lombangeblogflp #lombangeblogindosat @flpkabsukabumi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post