Tips Resolusi Anti-Basi

Ada yang menganggap resolusi tahunan hanya sederet hayalan yang sia-sia. Ah, masa sih? atau perlu nggak sih buat resolusi?

Apakah kamu termasuk tipe orang yang enggan membuat resolusi tahunan? Keengganan yang bisa saja dipicu kekecewaan karena resolusi yang dibuat tak pernah berjalan mulus dan berakhir basi di penghujung tahun.

Menurut Edy Nugraha, pengajar bahasa Indonesia di salah satu sekolah di Jakarta menyebutkan Resolusi berarti harapan yang sungguh-sungguh dari pribadi seseorang. Sebuah harapan hanya akan luput kalau orang tersebut tak bersungguh-sungguh akan apa yang diharapkannya.

Berikut ini akan dibahas beberapa tips agar resolusimu sebagai penulis tak berakhir basi atau sia-sia tanpa hasil.

Resolusi Harus Tercatat Secara Mendetail

Proses pencatatan resolusi berfungsi sebagai pengingat diri tentang target apa saja yang hendak dicapai.  Mencatat dengan kesadaran dan pemahaman utuh, tidak asal memenuhi daftar pencapaian.

Media yang digunakan pun bisa beragam, mulai dari media offline seperti buku agenda, post it berwarna yang ditempel di papan tulis kecil, sampai media online milik google seperti google task, google calendar, dan google keep.

Mencatat resolusi secara mendetail dari point utama hingga subpoint dapat membantu kita dalam mengerjakannya setahap demi setahap.

Contoh:

  • Kamu ingin menerbitkan novel di tahun 2021.

Nah, saat mencatatnya kamu perlu menuliskan tentang novel tema apa yang ingin ditulis, berapa lama waktumu menyelesaikannya, berapa kata yang ingin dicapai, berapa kata yang harus ditulis setiap harinya.

Setelah naskah selesai, rencana akan diterbitkan kapan dan di penerbit mana.

Spesifik dan Terukur

Sebuah resolusi baiknya dibuat sedetail mungkin bukan sesuatu yang bersifat ambingu dan mengawang-awang.

Terlalu tinggi sebuah resolusi justru mempersulit langkahmu untuk mewujudkannya. Bukannya tidak berani bermimpi tinggi, tapi kita sedang membahas sesuatu yang terukur (measurable) dan dapat dicapai (achievable), prinsip yang pertama kali diperkenalkan oleh George T. Doran, dalam Majalah Management Review tahun 1981.

Contoh:

  • Kamu ingin menerbitkan lebih banyak novel dan antologi di tahun 2021. 

Resolusi yang kelihatan wow, tapi tak terukur, mengawang-awang.

  • Kamu bisa ubah seperti ini: Tahun 2021 saya ingin bisa menerbitkan satu novel remaja dan dua antologi. Lebih simple dan achievable. Buat apa resolusi muluk, tapi berujung basi.

Fokus

Menurut Garry P. Latham dari University of Toronto, A Theory of Goal Setting and Task Performance, menyebutkan ketika seseorang berfokus pada hal-hal yang ingin dicapai yang dibuat secara spesifik (dari pada sesuatu yang abstrak) akan memengaruhi pikiran untuk berupaya mengatur strategi (bagaimana, dari mana memulainya, kapan waktunya, dan siapa yang bisa mendukung tujuannya).

Fokus akan memudahkan seseorang untuk menjadikan nyata semua resolusi yang telah disusun.

Konsisten

Pernah dengar tentang teori 10.000 jam? Ya, teori yang dibuat oleh Malcom Gladwell dalam bukunya The Outliners: The Story of Success. Menurutnya, 10.000 jam adalah angka ajaib untuk membentuk konsistensi seseorang dan menjadi ahli dalam satu hal yang ditekuninya.

Pengaturan Keuangan

Menurut Ligwina Hananto, Lead Financial Trainer di QM Financial menyebutkan kalau pegaturan keuangan yang baik akan sangat mendukung proses pencapaian resolusi.

  • Contoh: Kamu ingin menerbitkan novel, tapi bingung mau menerbitkan ke penerbit Mayor atau Indie. Apa sih bedanya? Penerbit Mayor akan menanggung seluruh biaya produksi dan distribusi, berbeda dengan penerbit Indie, biaya tersebut akan langsung ditanggung penulis. Pengaturan keuangan yang baik akan mendukung keinginanmu menerbitkan novel secara Indie.

Selain itu, hubungan finansial dan resolusi tidak hanya seberapa besar uang yang akan dikeluarkan, namun yang terpenting adalah tentang alokasi uang tersebut. Alokasi yang tepat dan berfokus pada perwujudan resolusimu. Salah mengalokasikan maka sulit untuk dikembalikan lagi.

Bersabar Dalam Menjalani Proses

Tahun baru resolusi baru?

Tidak ada yang salah dengan hal itu, asalkan kamu mau bersabar mengikuti tahap demi tahapnya, menikmati tiap prosesnya tidak melulu berfokus pada hasil akhir.

Mau berganti resolusi setiap tahun atau memilih melanjutkan resolusi lama yang belum selesai, keduanya sah saja asalkan kesabaran tetap jadi bagiannya, semua resolusimu pastinya anti-basi.

Apalagi seorang penulis, proses yang ditempuhnya cukup panjang. Jika tak sabar, alih-alih berhasil kamu justru sibuk mengutuki diri karena resolusimu berujung basi.

Flexible Terhadap Perubahan

Kita hidup di alam semesta yang berubah-ubah, “Mengapa manusia justru menentang perubahan.” Kutipan kata Melvin Tolson seorang pujangga dari Amerika.

Rencana berubah di tengah jalan, berarti di sanalah fleksibilitasmu diasah. Kamu bisa menyesuaikan waktu dan cara mencapai target dalam resolusimu. Misalnya, kamu berfokus untuk bisa menyelesaikan novel dalam waktu 60 hari. Tapi di tengah proses penulisan ada hal-hal yang berubah seperti kondisi alam, proses riset yang terkendala pembatasan sosial akibat pandemi, kondisi kesehatan diri dan keluarga.

Tak flexible sungguh bikin sebel ^_^

Refleksi Diri dan Mulai Dari Hal Kecil

Refleksi adalah satu proses melihat ke dalam diri sendiri. Memerhatikan dan mengevaluasi hal-hal apa yang sudah dikerjakan demi tercapainya suatu resolusi.

Study dari Albert Bandura dan Dale H. Shunk, seseorang bisa mencapai tujuan yang lebih sederhana dan bisa dikelola sesuai kemampuan diri hal ini akan membuat resolusi tersebut tidak mengintimidasi kita dan memberikan ruang lebih luas untuk mencapainya.

Baik bagi kita untuk menggunakan momen refleksi untuk lebih mengenal diri, menyadari batas kemampuan, yang akan membantu meminimalisir tekanan negatif.

Karena kita kan manusia bukan mesin 😉

Bersiap Menghadapi Rintangan

“Tak ada jalan yang tak bergelombang.”

Antisipasi rintangan sejak awal akan membantumu kuat mental, mengurangi rasa sakit dan kekecewaan bila sewaktu-waktu ada yang tidak sesuai harapan.

***

Resolusi bukan hanya wacana, tapi upaya nyata. Jadi, apa kalian siap menyusun resolusi tahun 2021?

Oleh : Mina Megawati

12-12-20

Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on facebook

27 replies on “Tips Resolusi Anti-Basi”

Goal atau tujuan itu harus SMART.

Specific: detil, jelas
Measurable: terukur
Achievable: bisa diraih
Relevant: sejalan dengan nilai dan keyakinan
Time-bound: harus ada batas waktunya.

Gitu katanya mentoring psikologi yg pernah aku ikuti, mbak.
Hehe… ^^

Duh, saya juga sudah buat target untuk menyelesaikan novel bulan ini. Eh, sampai sekarang malah mager buat dikerjain. Udah buat treatment juga sih pada diri. Eh, pura pura lupa. Ujung-ujungnya sih harus tegas juga ya kan pada diri kalau seandainya ingin merealisasikan resolusi. Auto semangat deh. Uye.

Bikin resolusi memang bagus sebenarnya jadi ada perencanaan untuk impian-impian yang ingin dicapai. Aku pribadi untuk saat ini punya resolusi 2021 mau meramaikan traffic blog, menjadi penulis yang produktif dan semoga berbagai job nulis di blog kembali datang.

Tahun baru biasanya kita punya mimpi baru yang ingin diwujudkan. Bahkan masih banyak juga mimpi2 di tahun sebelumnya yang belum terealisasi. Bisa fleksibel terhadap perubahan, beradaptasi itu harus sih. Dalam hal penulisan juga begitu. Kepengen lebih baik dan bisa berbagi cerita bermanfaat bagi pembacanya.

Bener kak. Flexible itu harus ada dalam menu keseharian kita. Apalagi tetiba pandemi datang dan meminta kita merenovasi atau menunda beberapa rencana. Yang penting semangat harus tetep dikandung badan ya kak🥰😇

Setuju, penting banget punya resolusi
Mirip orang mau bepergian, harus jelas arahnya, mau ke Jakarta? Jogja atau mana?
Jika dia ga punya tujuan, dia bakal keliling keliling keliling sekitar rumah, ngga nyampe nyampe dan ga dapat apa apa selain badan yang Capek
Serem kan?

Resolusi = Arah tujuan, yup setuju Mba Maria. Nggak punya tujuan bisa bikin kita terombang-ambing nggak jelas. Meski semua bermuara pada ketentuan Tuhan, at least kita tetap berusaha agar yang terjadi adalah yang terbaik🥰😇

Iya nih. Selama ini resolusi cuma ditulis doang, ga dibreakdown lebih detail. Tahun ini aku juga pengen ada buku terbit nih. Mau kucoba dibikin rincian kayak mb Mega. Makasih ya…

Tips yang kakak bikin tuh udah bagus. Dulu saya suka sekali membuat resolusi, tapi terakhir belakangan entah kaya hilang hasrat aja. Apalagi sejak Pandemi banyak rencana yang berantakan, jadi saat ini lebih menjalani apa adanya. Mengalir aja gitu..

Trimakasih kak mina… artikelnya sangat aku suka. Setiap tips enak dibaca. Aku mulai mikirin goals jadinya mumpung januari belum udahan. Karna sejujurnya aku ini tim go with the flow gak pernah terencana.

Saya punya resolusi dicatat dalam buku agenda khusus nih. Itu pun sering lupa. Nah, ini nih bagian yang penting, harus spesifik dan terukur. Memang terkesan ribet sih karena akhirnya baru sadar kalau yang ma dilalui tu banyak. Namun ternyata berguna juga karena mudah dicapai. sip, sip, tipsnya mantul nih.

Iyayah…kebanyakan kalo nulis resolusi ya cuma ditulis. Ga ada detail target hrs ngapain. Aku pengen nih tahun 2021 terbit buku. Artikel blog nih yg hrs digiatkan lagi…Semangat yaaah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

About

Seorang penulis harus menemukan satu alasan kuat yang dapat mematik semangat menulisnya. Jika tidak, pena itu akan berhenti dan tintanya akan mengering tergerus waktu.

About

Newsletter