5 Tips Perjalanan dengan Anak dan Balita di Era New Normal

 


Double Cabin Kintamani Tour, Juli 2020


Assalamualaikum Bunda Hebat…

Kali ini kita bahas tentang perjalanan di era new normal yuk.

Melakukan perjalanan di era peralihan dari masa pandemi ke era new normal (normal yang baru) seperti sekarang ini adalah sebuah pilihan yang seringkali membuat dilema para orangtua.

Satu sisi ingin bepergian, namun di sisi lain kita dihantui rasa khawatir dengan penyebaran virus yang tak nampak oleh kasat mata. Apalagi kalau bepergiannya membawa serta balita dan anak-anak. Wah! harus extra hati-hati ya Bun, mengingat beberapa wilayah di Indonesia masih memiliki catatan penderita Covid-19 yang cukup tinggi.

Apabila perjalanan tersebut tidak dapat dihindarkan atau bisa dikatakan mendesak, maka Bunda bisa terapkan lima tips berikut agar kesehatan keluarga terjaga dengan baik.

Tips tersebut dikhususkan untuk perjalanan yang memakan waktu yang cukup lama sekitar 12 jam keatas. Lima Berikut tipsnya :


***


Menyediakan Pakaian Ganti dan Handuk

Balita dan anak-anak mudah berkeringat dan gerah sepanjang perjalanan. Pada kondisi tertentu seperti suhu udara yang cukup tinggi, anak-anak dapat berkeringat meskipun berada di dalam kendaraan.

Bunda harus peka, jangan biarkan keringat tersebut menempel semenjak mulai perjalanan hingga tiba di tempat tujuan. Hal ini kurang baik untuk kesehatan pun kenyamanan si kecil.

Tapi kan repot Bun kalau harus buka koper atau tas pakaian di perjalanan?

Untuk hal ini Bunda bisa mensiasati dengan memisahkan pakaian di tas pakaian atau koper dengan pakaian ganti si kecil selama sepanjang perjalanan. Bunda bisa pisahkan dengan menggunakan tas kecil berukuran sedang  kemudian isi dengan 2 set pakaian lengkap mulai dari dalaman hingga pakaian luar, juga handuk, dan beberapa lembar pampers untuk balita.

Teknik memisahkan ini akan memudahkan Bunda saat membawa si kecil ke kamar mandi umum yang ada di rest areaatau mushola. Hanya dengan membawa satu tas kecil tanpa perlu sibuk membongkar koper yang pastinya akan lebih cepat dan anti ribet. Si kecil jadi bersih dan segar, Bunda pun tak perlu repot J


                           Garuda Wisnu Kencana, 2018


Membawa Bekal Obat-obatan dan Handsanitizer

Mempersiapkan kotak P3K lengkap dengan obat-obatan yang biasa dipakai si kecil sudah menjadi satu ritual wajib bagi saya saat hendak merencanakan perjalanan jarak jauh. Walaupun kadang suka terpikir, “Ah, ngapain repot-repot ntar kalau perlu tinggal mampir aja apotik di pinggir jalan, beres deh.”

Sekilas mungkin tampak praktis ya Bun namun tak semudah kala menjalaninya. Saya alami tahun 2019 lalu saat kami melakukan perjalanan liburan akhir tahun ke kota Banyuwangi.

Saat itu saya lupa membawa salep ruam popok si kecil. Tanpa diprediksi sebelumnya, si kecil mengalami diare yang berujung terjadinya ruam di sekitar daerah vitalnya.

Setibanya di hotel tempat menginap, saya dan suami mencari salep yang biasa dipakai si kecil di apotik sekitaran hotel. Tak mendapatkan merk yang biasa dipakai kami pun memilih produk lain dengan fungsi yang sama.

Alhasil, ruam popoknya semakin parah dan si kecil terlihat murung karena tidak nyaman saat bergerak dan buang air kecil. Malam harinya kami berkeliling kota berharap menemui salep yang sama. Akhirnya kami baru berhasil mendapatkan di hari kedua, itu pun di sebuah apotik kecil di sudut kota.

Sungguh pelajaran yang berarti buat saya dan suami. Sejak itu saya jadi lebih teliti dalam mempersiapkan bekal terutama obat-obatan.

Selain obat-obatan, Bunda juga harus menyertakan handsanitizer dalam bentuk spray atau tissue basah. Bisa dipakai setelah mencuci tangan juga disemprotkan pada permukaan benda seperti setir mobil, handle pintu, dompet, pegangan tas,dan lain-lain.

Intinya semakin peka semakin baik. Karena menjaga kebersihan diri berarti juga menjaga kesehatan orang-orang di sekeliling kita.

  

Selektif memilih Tempat Istirahat

Kita harus lebih selektif dalam memilih rest area dan tempat mandi si kecil. Seperti yang dianjurkan pakar kesehatan untuk menghindari kerumunan.

Kalau kami sekeluarga selalu menyinggahi Utama Raya yang berlokasi di perbatasan Situbondo dan Probolinggo. Tempatnya luas, memungkinkan bagi kita untuk menjaga jarak dengan tamu lainnya, dilengkapi dengan mushola dan toilet yang bersih. Café yang menyediakan berbagai makanan dan minuman bisa jadi teman rehat yang asik.

Fasilias dan yang lainnya bisa dibaca di sini.

 

Memperhatikan Asupan Makanan

Memperhatikan apa yang dimakan oleh anak-anak amatlah penting. Perjalanan akan mendorong anak-anak mengkonsumsi snack dengan kadar garam dan gula yang tinggi. Tentu agak sulit melarangnya ya Bun. 

Cara paling jitu yaitu dengan mencontohkannya, bawalah bekal makanan sehat yang diolah sendiri dari rumah. Kalau kami sekeluarga suka membawa dimsum kukus, nasi merah dan buah potong. Kalau Bunda sekalian suka bawa bekal apa?

 

Konsumsi Air Putih

Minum cukup air putih sepanjang perjalanan dapat menghindarkan diri dari dehidrasi. Dehidrasi dapat ditandai dengan kehausan yang amat sangat dan tubuh terasa lemas. Berada dalam kendaraan dalam waktu lama kadang membuat abai dengan signal haus yang sebenarnya sudah dirasakan. Cara paling aman dengan membawa botol minum dari rumah, minum setiap beberapa menit dan jangan menunggu saat haus saja.


Semuanya itu tak lain adalah bentuk ikhtiar kita dalam menjaga diri. Dengan niat baik dan usaha nyata semoga kita semua diberkahi kesehatan. Aamiin…


***

Nah, gimana tipsnya Bun semoga bermanfaat ya. Boleh dicoba di perjalanan berikutnya J J

Salam sehat untuk semuanya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post Resensi Novel Orang – Orang Biasa (Ordinary People)
Next Post Jajanan Masa Kecil yang Bikin Kangen