Resensi Cerpen; Sendiri-sendiri

Cerpen karya Okky Madasari ini menggambarkan kondisi pelik selama pandemi Covid-19.

Pandemi merubah siklus aktivitas secara mendadak, acak, tanpa sempat mengambil ancang-ancang. Mereka yang sebelumnya aktif terpaksa harus berdiam di rumah, mereka yang biasa mandiri jadi penuh ketakutan akan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi akibat banyak hal di sekeliling yang tercerabut begitu saja.
Keterbatasan ruang gerak si tokoh utama, membuatnya tiba-tiba peduli atau mungkin tepatnya berhalusinasi dengan seseorang di seberang sana. Seseorang yang sepertinya tepat berada di lantai 12 karena memiliki jendela kamar sejajar dengan kamarnya.
Satu hal yang baru disadari karena kesibukan membuatnya tidak begitu memedulikan apa pun kecuali semua tentang dirinya sendiri.


Cerpen dengan POV 1 ini menceritakan hubungan persahabatan singkat antara dua orang di apartemen yang berbeda. Hubungan yang terjalin lewat komunikasi tulis, bukan cara yang lazim dipakai di zaman era digital. Pertemanan yang sulit dijelaskan, tapi mampu menjadi obat rasa sepi atas keterisolasian diri.


Konflik batin karena perselisihan yang dialami si karakter utama membuatnya menjadi sosok yang individual, berambisi, baginya yang penting hanya menjadi mapan karena itu saja yang diharapkan orangtuanya.
Kesan setelah membaca cerpen ini jadi ikut merasakan kegelisahan yang dialami si tokoh saat harus sendiri terkurung di negeri orang. Ada kebingungan yang menimbulkan banyak asumsi. Ada juga rasa kesal saat si tokoh utama memilih untuk tak terlalu larut sedih saat mendapati kabar kepergian ayahnya.

Twist dalam cerpen ini tepat berada di kalimat penutup, membuat pembaca gemas atau tepatnya bertanya-tanya.

Apakah sesungguhnya yang dialami si tokoh dengan teman lantai dua belasnya?

#ceritabunda

281220

Saya Mina Megawati, panggil Bunda Mega. Ibu dari seorang putri dan putra. Blog “Cerita Bunda” merupakan blog khusus tentang Menulis dan Lifestyle. Ini adalah media penampung hobi menulis bunda mulai dari opini, review tontonan dan bacaan, travelling, kuliner sampai tentang kesehatan dan keluarga.

14 thoughts on “Resensi Cerpen; Sendiri-sendiri

  1. Rasanya sudah lama enggak baca cerpen di koran. Sudah lama juga enggak beli koran cetak. Rasanya kangen juga ya masa-masa ketika segalanya belum serba digital. Apalagi kalau sudah ngikutin cerpen bersambung. Menantikan tulisan di edisi berikutnya rasanya jadi deg-degkan. Masa-masa seperti itu kayaknya enggak akan mungkin terulang ya….

  2. Saya suka baca cerpen karena ritme berceritanya singkat dengan akhir kisah yang cepat kita ketahui. Topik cerpen yang satu ini sepertinya menarik ya. Current situation. Nanti mau baca ah.

  3. Wah, lagi pandemi saat orang sibuk meratapi nasib, orang lain malah berkarya. Salut banget. Jadi penasaran sama endningnya. Aduuuuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post Tips Resolusi Anti-Basi
Next Post Resensi Cerpen; Saat Dibawa ke Ruangan Besar