Resensi Kumcer; Tetangga kok Gitu

Resensi Kumcer Tetangga kok Gitu

www.minamegawati.com, Setelah rampung membaca buku ini, ada satu hal terbersit di benak , “Mba Annie Nugraha, si penulis, termasuk orang yang jeli menangkap isu sosial yang terjadi di sekitarnya.”

Hal-hal yang kadang diacuhkan dan dibiarkan surut dengan sendirinya seiring bergantinya waktu dikemas menarik olehnya. Seperti percekcokan para tetangga, kisruh suami-istri, masalah fasilitas umum di lingkungan perumahan, perihal anak-anak yang berantem lalu menyulut kemarahan orangtua mereka, sampai perselingkuhan pun tak dibiarkan berlalu begitu saja olehnya.

Begitulah sejatinya seorang penulis. Kepekaan yang membuat kanal idenya tak pernah kering. Ada aja yang bisa di-eksplore menjadi tulisan. Contohnya ada di buku Tetangga kok Gitu.

Tetangga kok Gitu; Gambar 1

Buku terbitan Stiletto Indie Book, pada 1 September 2021, genre fiksi-kumcer, dengan nomor ISBN: 978-623-6400-88-3, ini hadir dengan bahasa renyah khas seorang Annie. Pembaca bahkan tak merasa ini sebuah tulisan, tapi serasa Mba Annie sedang berceloteh di hadapan kita.

Dari 12 kumpulan cerita dalam buku ini, ada beberapa yang saya sukai diantaranya Anak Berantem Orangtua Geger, Balada Parkiran Mobil, Lina dan Stick Golf, Rumah Kontrakan: Cerita Tentang Dea.

Anak Berantem Orangtua Geger

Dalam cerita ini, Mba Annie mengemas kejadian yang kerap dialami dalam lingkungan bertetangga. Anak-anak mereka bermain, lalu berantem, tak lama baikan lagi.
Ternyata, di mata orangtua mereka masalah tak henti di situ. Para ibu-ibu mereka terlanjur tersulut satu sama lainnya karena tak terima fisik anaknya luka akibat bertengkaran itu.

Meski berlatar pertengkaran, tapi saya menangkap sisi humor dari cara Mba Annie menyampaikan cerita dari sisi logat kedaerahan si ibu. Bisa terbayang ya, ada dua ibu-ibu saling ngomel, tunjuk-menunjuk dan mengeluarkan bahasa mereka masing-masing.
Saya kemudian membayangkan, itu mereka saling ngerti ndak ya..? Atau bagi mereka bukan masalah mengerti atau tidak yang penting amarah terlampiaskan.
Hmmmm balada ibu-ibu tersulut.

Tetangga kok Gitu; Gambar 2
Balada Parkiran Mobil

Ada kesan miris saat membaca cerita ini. Sayang banget harus ada korban jiwa hanya karena tempat parkir. Meski akhirnya ada hikmah yang membawa perubahan besar di kompleks perumahan tersebut.
Tapi, salut ke penulis yang bisa mem-framing cerita itu, dan emosi pembaca ikut teraduk-aduk di dalamnya.

Lina dan Stick Golf

Sebel, geram, setelah membaca cerita ini. Kok ada ya suami yang bersikap seperti itu pada istrinya. Hmmm, nggak gentle sama sekali. Nah, kan saya terpancing lagi.
Dalam cerita ini, terlihat sekali kompleksitas kejadian yang terjadi kawasan tempat Mba Annie dan keluargnya berdiam.

KDRT yang terjadi antara Lina dan suaminya yang berbeda kewarganegaraan cukup menggambarkan posisi seorang perempuan yang tampak begitu lemah dan seperti benda mati yang bisa diperlakukan seenaknya.

Tapi syukur, Mba Annie menutup cerita ini dengan satu hal yang melegakan dan baik bagi Lina dan anak-anaknya itu.

Rumah Kontrakan: Cerita Tentang Dea

Nah, cerita satu ini berbeda dari cerita lainnya. Ada nuansa mistis yang kuat. Sampai-sampai saya japri Mba Annie untuk menanyakan kebenarannya.

Betul saja, Mba Annie menyebut kalau cerita ini benar adanya. Tentang suami Dea yang tubuhnya sempat tak terkendali atau ‘dipinjam’ sesuatu yang tak kasat mata.

Betapa ya pekanya Mba Annie ini, sampai cerita berbau mistis tertangkap juga oleh radarnya dan mampu dituliskan dengan begitu terinci.

Tetangga kok Gitu; Gambar 3
Kesan Sebagai Pembaca

Buku ini sempat membawa ingatan saya kembali ke masa kecil. Saat ibu dan tetangga agak seteru karena si tetangga sibuk ngurusi berat badan adik saya. Kala itu ibu hanya diam, tapi nggrutu tak habisnya saat masuk rumah, hehehehe.

Jadi, buku ini seperti menyambungkan benang merah itu bahwa kisah kisruh antar tetangga masih ada dari masa ke masa.

Tak peduli latar pendidikan, pekerjaan, daerah asal mereka, cerita tetaplah cerita yang mengalir seiring berjalannya waktu. Lucu, unik, mengagetkan, haru, menakutkan, sampai yang bikin manggut-manggut terjadi silih berganti.

Mau zaman mesin ketik sampai zaman digital, masih saja ada tetangga unik dengan tingkah mereka yang kadang menggelitik. Dinamika hidup bertetangga nampak begitu nyata di hadapan kita. Tinggal pandainya kita menyikapinya.

Ke depannya sangat mungkin akan terbitnya Tetangga kok Gitu, jilid 2. Dengan framing yang sama tentang kehidupan bertetangga, namun dengan cerita yang makin beragam.

Menurut saya pribadi, menuliskan kisah-kisah seperti ini jauh lebih baik dari sekadar jadi bahan obrolan depan pintu apalagi ghibah.

Kemasan ini mengangkat sisi jeli seorang penulis pun cara mengemas apa yang dilihat dan dirasakannya. Mba Annie bisa terus mengembangkan bahkan tak hanya di lingkungan rumah dan bisa beranjak menelisik cerita saat dia bekerja.

Lingkungan kerja pasti punya dinamikanya sendiri yang tak kalah seru. Dibaurkan dengan kisah Mba Annie saat memulai usahanya di Pulau Bali. Hmmmm, ini pasti bakal seru. Semoga ini sudah ada di kanal idenya ya. Kita tunggu aja tanggal tayangnya, semangat terus ya Mba Annie.

Bagi teman-teman yang suka mengamati kondisi di lingkungannya, buku ini yang kemudian saya rekomendasikan.

Saya Mina Megawati, panggil Bunda Mega. Ibu dari seorang putri dan putra. Blog “Cerita Bunda” merupakan blog khusus tentang Menulis dan Lifestyle. Ini adalah media penampung hobi menulis bunda mulai dari opini, review tontonan dan bacaan, travelling, kuliner sampai tentang kesehatan dan keluarga.

One thought on “Resensi Kumcer; Tetangga kok Gitu

  1. MashaAllah. Terimakasih banyak untuk tulisannya yang begitu menggugah Mbak Mega. Semoga dengan kehadiran buku ini, pelangi literasi di tanah air jadi lebih semarak. Dan apa yang sudah saya ceritakan menjadi satu hiburan yang menggembirakan, terutama bagi kita semua yang tentunya merasakan bagaimana serunya hidup bertetangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post Ketemu Passion Sebelum Usia Pensiun